STRUCTURE, SCOPE, COMPONENTS, DAN INTERFACES PADA ITIL
ITIL
atau Information Technology Infrastructure Library merupakan kerangka kerja
yang dirancang untuk menstandarisasi pemilihan, perencanaan, pengiriman, dan
pemeliharaan layanan IT di perusahaan. Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan
efisiensi dan mencapai pelayanan yang direncanakan oleh perusahaan. Kerangka
kerja ITIL memungkinkan DBA menjadi mitra layanan bisnis, bukan hanya dukungan
back-end. Pedoman dan Praktik Terbaik ITIL menyelaraskan tindakan dan
pengeluaran TI dengan kebutuhan bisnis. Selain itu, seluruh aktivitas dan
kinerja tim IT perusahaan akan disesuaikan dengan pertumbuhan atau perubahan
strategi bisnis. Berkaitan dengan ITIL ada 4 hal yang perlu diketahui, yaitu
1.
Structure
Structure
ini mengacu kepada posisi, fungsi, atau jabatan secara terstruktur dan
hirarkis, beserta dengan role atau peran dan tanggung jawab masing-masing
individu di dalam sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis untuk mencapai
tujuan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pada sebuah
perusahaan, puncak tertinggi posisi manajemen teknologi informasi adalah CIO
atau Chief Information Officer.
CIO
pada dasarnya adalah posisi eksekutif di dalam sebuah perusahaan yang
bertanggung jawab penuh terhadap manajemen, implementasi, dan penggunaan
teknologi informasi pada perusahaan tersebut. Jadi, semua staff IT yang
berkaitan dengan software, database, security, dll ada dibawah komando CIO.
Suatu lingkungan TI terdiri dari berbagai hardware,
jaringan, komponen software, termasuk di dalamnya komputer, server, router,
aplikasi, mikroservice, dan teknologi mobil. Infrastruktur IT bisa berupa on premise, di cloud atau
berupa platform hibrid yang melibatkan dan mengintegrasikan keduanya. Tugas
Manajer TI untuk menonitor dan mengelola sistem TI demi memastikan bahwa
mereka selalu tersedia dan berfungsi dengan baik. Tanggungjawab Manajer TI
meliputi tugas sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan bisnis pada
sistem TI.
b. Mengelola anggaran dan biaya.
c. Memonitor keselamatan dan kepatuhan.
d. Mengontrol sistem dan keamanan
jaringan.
e. Menerapkan software baru,
hardware, dan sistem data.
f.
Memberikan bantuan teknis.
Departemen IT biasanya diketuai oleh Chief Information Offices (CIO). Mereka menentukan
strategi TI dengan mengaitkannya dengan sasaran bisnis dan memastikan bahwa hal
tersebut dapat diterapkan. Banyak CIO mempercayai bahwa tugas mereka akan
berkembang dalam dua atau tiga tahun kedepan. Mereka berharap terjadi
pergeseran dari kegiatan yang sifatnya operasional dan pengelolaan menjadi
suatu memiliki nilai yang lebih tinggi, dan merupakan aktivitas strategis.
2.
Scope
Scope
merupakan cakupan manajemen layanan TI yang ditangani berbasiskan ITIL pada
perusahaan yang menerapkan teknologi informasi di dalamnya. Dengan demikian,
scope memastikan bahwa semua service utama, service pendukung, penyedia
service, pengguna service, dan proses interaksi di dalamnya tercatat atau
terdokumentasi dengan baik. ITIL memiliki model bernama RACI (Responsible,
Accountable, Consulted, Informed), yang bertindak sebagai sebuah matriks untuk
menentukan peran dan tanggung jawab setiap role sesuai hirarki pada perusahaan,
dalam kaitannya dengan proses dan aktivitas sesuai scope.
RACI
matriks adalah suatu tool yang efektif untuk menjelaskan peran individu dalam
suatu kelompok. Tidak hanya itu, metode ini juga dapat membantu setiap individu
untuk memahami tanggung jawab pekerjaannya. RACI matriks atau yang juga sering
disebut sebagai RACI model ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an. Pada
saat itu, metode ini disebut dengan Decision Rights Matrix. Namun, kini RACI
matriks menjadi sebutan yang paling umum digunakan. Telah muncul sejak puluhan
tahun yang lalu membuat RACI matriks sangat populer dan telah digunakan oleh banyak
perusahaan besar dunia.
3.
Component
Terdapat
beberapa komponent yang berkaitan dengan ITIL di dalam ITSM. Berikut merupakan
kelima buah komponen tersebut :
a. Incident
Management, insiden merupakan kejadian atau perkara yang menyebabkan terjadinya
kegagalan proses, pencurian data, kerusakan sistem, atau pada manusia berupa
kecelakaan dan kematian. Manajemen insiden ini merupakan penyelesaian masalah
yang dihadapi perusahaan terkait dengan penggunaan teknologi informasi dimana
proses dan langkah-langkah di dalamnya dibuat lebih sederhana dan cepat.
Contohnya seperti password recovery, gangguan internet, dll.
b. Problem
Management, masalah merupakan kondisi dimana terjadi ketidak sesuaian antara
teori atau keinginan dengan praktik atau tindakan, sehingga perlu untuk
diberikan solusi penyelesaian. Manajemen masalah ini merupakan seperangkat
praktik yang dirancang untuk membantu tim pada perusahaan untuk
mengidentifikasi permasalahan dan memulai proses penyelesaian.
c. Change
Management, manajemen perubahan pada ITIL membantu perusahaan untuk menghindari
semua resiko akibat adanya perubahan-perubahan yang dilakukan. Contohnya pada
perusahaan, tidak dapat dengan mudah melakukan perubahan pada existing system
(mengganti platform, bahasa pemrograman, proses bisnis, dll).
d. Ticketing,
solusi tiket pada ITIL bertujuan untuk membantu perusahaan di dalam mengatur
dan memprioritaskan permasalahan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu
terkait dengan penyediaan layanan.
e. Service Request Management, SRM ini berkaitan dengan ticketing, dimana tidak semua tiket dapat segera diselesaikan, sehingga ITIL dalam hal ini membantu perusahaan untuk melakukan pemisahan atau filterisasi terhadap tiket-tiket yang masuk sesuai tingkat prioritas, jumlah SDM yang terlibat, serta kemampuan masing-masing SDM, sehingga penyelesaian tiket dapat lebih cepat dan lebih baik.
4.
Interface
Di
dalam ITIL, pada ITSM di perusahaan dimana CIO merupakan posisi teratas sesuai
hirarki, maka diperlukan adanya satu atau lebih posisi yang berperan sebagai
“interface” untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga atau pihak diluar
perusahaan. Posisi tersebut merupakan Supplier Relationship Manager (SRI) atau
manajer hubungan pemasok. Supplier Relationship Manager (SRI) ini bertanggung
jawab menjadi interface antara perusahaan dengan pihak ketiga di luar
perusahaan, di dalam penyediaan service dan rantai pasokan produk dan layanan
beserta service di dalamnya. Supplier Relationship Manager (SRI) juga berperan
untuk membantu pengembangan dan peninjauan Service Level Agreement (SLA) atau
kesepakatan kedua pihak, kontrak, perjanjian, dan dokumen lain terkait dengan
pihak ketiga.



Komentar
Posting Komentar